25 September 2021
Jakarta (26/09/2021) – Cuaca ekstrim berpotensi meningkat kejadiaanya di wilayah DKI Jakarta. Seperti diketahui, antara Bulan September ke Oktober normalnya sudah memasuki pancaroba, yakni pergantian musim dari Kemarau (April-September) ke Penghujan (Oktober-Maret) di sebagian besar wilayah Indonesia. Pola pergantian musim ini ditandai dengan angin yang berhembus kencang dan perubahan arah angin. Kadang perubahan musim disertai dengan pola cuaca yang tidak menentu.
Kondisi cuaca ini akan berpengaruh pada aktvitas warga, baik yang bekerja pada sektor produksi ataupun pada sektor jasa. Utamanya pada sektor jasa, sedikit banyak ada hambatan berkaiatan dengan cuaca. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan informasi kepada masyarakat, tentang potensi-potensi cuaca, yang dapat mempengaruhi beragam aktivitas masyarakat. Salah satu yang disudah diinformasikan pemerintah adalah prakiraan cuaca dari BMKG.
Dikutip dari akun media sosial Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPB) DKI Jakarta dilaporkan, berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak (IBF-Impact Based Forecast) BMKG, berpotensi dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, dan/ atau tanah longsor dari cuaca ekstrem dengan level WASPADA di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. BPBD DKI Jakarta juga menginformasikan, bahwa betail informasi Prakiraan Berbasis Dampak BMKG tersebut dapat diakses melalui link berikut; https://signature.bmkg.go.id
Himbauan Untuk Masyarakat
Beberapa hari lalu, di wilayah Depok terjadi angin kencang, yang menyebabkan beberapa atap bangunan mengalami kerusakan. Ini bisa terjadi pada beberapa hari ke depan, sebagaimana himbauan BPBD DKI Jakarta.
Akun BPDB DKI Jakarta menginformasikan sebagai berikut:
Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (hujan secara sporadis, lebat dan durasi singkat, disertai petir dan angin kencang, bahkan hujan es) yang dapat berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
“Warga diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan, salah satunya dengan membaca buku "Panduan Kesiapsiagaan Menghadapi Banjir bagi Masyarakat" melalui link http://tiny.cc/bukusakusiagabanjir. Sedangkan informasi terkait Tinggi Muka Air dapat dimonitor melalui http://bpbd.jakarta.go.id/waterlevel/.
Jika terjadi keadaan darurat dapat menghubungi Call Center 112. Laporkan bila ditemukan genangan/ banjir melalui aplikasi JAKI dan peta bencana. Selain itu, kami akan membagikan peringatan dini melalui media sosial BPBD DKI Jakarta & Aplikasi JAKI.
Kami mengimbau kepada seluruh warga Jakarta untuk tetap menerapkan 6M, yaitu Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas, dan Menghindari makan bersama.
Postingan akun BPBD DKI Jakarta langsung mendapat like dari akun @aniesbaswedan. Pemerintah harus terus memperbaharui pola komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat, agar masyarakat semakin mudah menangkap informasi cuaca, yang berpotensi mengganggu aktivitas dan kegiatan pekerjaannya. Juga informasi cuaca menjadi penting dalam upaya menghindari risiko bencana yang berpotensi muncul.
Dikutip dari Sumber: IG @infobmkg @bnpb_indonesia


0 Komentar