EKOLOGI DAN PERMASALAHAN LINGKUNGAN *)


Oleh: Tarsoen Waryono**)

Lingkungan hidup berasal dari kata lingkungan dan hidup. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang disusun oleh Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, terbitan Balai Pustaka, 1989, dimana lingkungan diartikan sebagai daerah (kawasan dan sebagainya), yang termasuk di dalamnya. Lingkungan alam diartikan sebagai keadaan (kondisi, kekuatan) sekitar yang mempengaruhi perkembangan dan tingkah laku organisme. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang disusun oleh W.J.S. Poerwadarminta, terbitan PN Balai Pustaka Jakarta, 1976, lingkungan diartikan sebagai bulatan yang melingkungi (melingkari), yaitu lingkaran yang sekaligus terlingkungi dalam suatu daerah atau alam sekitarnya, bekerja sebagaimana mestinya yang dapat mempengaruhi penghidupan dan kehidupan manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan ataupun mahluk lainnya.

Mencermati uraian di atas, maka dapatlah diketahui bahwa perkataan lingkungan hidup mengandung arti: tempat, wadah atau ruang yang ditempati oleh mahluk hidup dan tak hidup yang berhubungan dan saling pengaruh mempengaruhi satu sama lain, baik antara mahluk-mahluk itu sendiri, maupun antara mahluk-mahluk itu dengan alam sekitarnya. Guna memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang pengertian lingkungan hidup, di bawah ini diketengahkan pendapat pakar-pakar lingkungan tentang pengertian lingkungan hidup.

(1). Otto Soemarwoto (1977), seorang pakar lingkungan yang terkemuka mendefinisikan lingkungan hidup sebagai berikut : Lingkungan hidup adalah jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita.
(2). ST. Munandjat Danusaputro (1980), mengartikan lingkungan hidup sebagai semua benda dan kondisi termasuk didalamnya manusia dan tingkah perbuatannya, yang terdapat dalam ruang tempat manusia berada dan mempengaruhi hidup kesejahteraan manusia dan jasad hidup
lainnya.
(3). Emil Salim (1997), menyatakan bahwa secara umum lingkungan hidup diartikan sebagai segala benda, kondisi dan keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal hidup termasuk kehidupan manusia.

*). Sumbangsih pemikiran bahan edukasi bagi masyarakat, dipersembahkan dalam rangkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2022.
**). Staf Pengajar Dep. Geografi FMIPA Universitas Indonesia
 

A. Unsur-Unsur Lingkungan Hidup
Secara harafiah bahwa unsur-unsur lingkungan hidup, meliputi: (a) materi (semua benda) berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, organisme tanah, air, udara, rumah, sampah, mobil, angin, dan lain-lain. Keseluruhan yang disebut ini digolongkan materi, sedangkan satuan- satuannya disebut sebagai komponen, (b) daya, disebut juga sebagai energi, (c) keadaan, disebut juga kondisi atau situasi, (d) perilaku atau tabiat, (e) ruang, yaitu wadah berbagai komponen berada, dan (f) proses interaksi, disebut juga saling mempengaruhi, atau bisa juga disebut dengan jaringan kehidupan.

Keseluruhan unsur-unsur tersebut di atas, tidaklah merupakan unsur-unsur terlepas satu sama lain. Unsur-unsur tersebut mempunyai pola hubungan tertentu yang bersifat tetap dan teratur yang merupakan suatu sistem hubungan timbal balik (interaksi) yang saling pengaruh mempengaruhi.
Materi di atas tadi telah dikemukakan bahwa segala benda berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, tanah, air, udara, dan sebagainya termasuk dalam kelompok yang disebut materi. Materi ialah segala sesuatu yang ada suatu tempat dan waktu tertentu pula. Menurut pendapat kuno, semua benda terdiri dari 4 macam materi asal, ialah api, air, tanah, dan udara. Unsur asal tersebut tidak dapat dipecahkan lagi menjadi komponen-komponen yang lebih kecil.

Di dalam perkembangan ilmu pengetahuan 4 unsur tersebut tidak dapat bertahan untuk disebut sebagai zat tunggal. Api bukan materi, melainkan gejala panas, atau gejala cahaya. Tanah merupakan campuran berbagai unsur dan zat persenyawaan. Air terbentuk dari persenyawaan zat hidrogen dan oksigen. Udara merupakan bermacam-macam gas, antara lain yang banyak ialah gas nitrogen dan oksigen.
Menurut penelitian kimia dan fisika abad 19, dapat dinyatakan bahwa jumlah zat tunggal atau unsur ada 96, meskipun pada waktu itu belum semuanya diketemukan. Sekarang dikatakan bahwa yang terdapat di bumi secara natural ada 88 macam dari 92, sedang yang 4 macam belum diketemukan, dengan unsur atom 43, 61, 85 dan 87. di atas nomor 92 masih ada 12 buah, buatan manusia, sehingga seluruhnya ada 104 macam zat tunggal.

Materi diperlukan untuk susunan tubuh bagi manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan yang diperoleh dari sumber makanan yang diperolehnya. Materi tersebut berupa karbohidrat, lemak, protein dan sebagainya. Materi tersebut diperlukan pula untuk mengatur proses metabolisme dalam tubuh, seperti vitamin dan mineral-mineral tertentu, sehingga dapat dikatakan bahwa
 
tanpa materi, maka tidak akan ada kehidupan pada semua mahluk hidup. Materi merupakan hal yang sangat esensial bagi kehidupan mahluk-mahluk tersebut. Materi mengalir dari mata rantai makanan yang satu ke mata rantai makanan yang lain. Jika mahluk mati, tidak berarti aliran materi terhenti, melainkan mahluk yang mati menjadi makanan mahluk yang lain. Misalnya, bangkai hewan dimakan oleh jasad renik, seperti bakteri dan jamur, dalam proses pembusukan. Dalam proses tersebut sebagian dari bangkai itu digunakan untuk menyusun tubuh jasad renik. Sebagian lagi diuraikan menjadi gas, cairan, dan mineral. Salah satu gas yang terbentuk ialah CO2 (Karbon Dioksida). Gas tersebut, kemudian digunakan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. Cairan dalam mineral sebagian masuk ke dalam tanah dan sebagian lagi diserap oleh tumbuhan. Tumbuhan dimakan oleh mahluk herbivora dan berulanglah proses makan-memakan yang merupakan aliran materi yang saling terdaur.

Energi
Di atas tadi telah kita bicarakan unsur lingkungan hidup yang berupa materi. Berikut ini kita bicarakan pula unsur lingkungan yang disebut energi atau daya. Hubungan antara materi dan energi adalah erat sekali. Untuk memperoleh materi, orang harus makan (makanan adalah sumber materi). Dengan diperolehnya materi dari makanan tersebut timbulah energi yang memungkinkan dilakukannya aktivitas. Misalnya, berjalan, mencangkul, mengetik dan sebagainya. Dengan perkataan lain melalui proses materi menimbulkan energi dan efek energi tersebut berupa daya atau tenaga yang diperlukan untuk melakukan aktivitas. Sampai saat ini belum ada para ahli yang merumuskan apa yang dimaksud dengan energi itu. Energi tidak dapat kita lihat, yang terlihat ialah efek energi tersebut.

Energi atau daya adalah suatu yang memberikan kemampuan untuk menjalankan kerja. Alam semesta penuh dengan energi yang mengejawantah dalam berbagai bentuk, seperti cahaya dan radiasi lain, panas, daya kinetik (gerak), daya potensial (posisi), daya kimia dan lain-lain. Dari mana asal mula energi tersebut tidak dapat diberi keterangan pasti dan orang berpendapat bahwa energi dan materi mempunyai hubungan erat dalam kerangka alam semesta.

Energi dapat mengalami perubahan bentuk (transformasi energi) yakni dari bentuk energi berubah ke dalam bentuk lain, misalnya cahaya menjadi panas, kemudian panas menjadi gerak, gerak menjadi listrik dan seterusnya. Pada setiap mata rantai perubahan energi ke dalam bentuk lain tersebut, tidak terdapat energi yang hilang, meskipun nampaknya energi tersebut hilang atau berkurang dari jumlah semula.
 
Dalam proses penggunaan energi, dikenal hukum termodinamika I dan hukum termodinamika II. Hukum termodinamika I mengatakan, jumlah energi di alam semesta adalah konstan, arti dari jumlah energi itu tidak dapat bertambah atau berkurang. Jadi kita tidak dapat membuat atau memusnahkan energi. Bila disuatu tempat ada jumlah energi yang bertambah, energi harus datang dari tempat lain. Hal tersebut dicontohkan pada belahan bumi yang saat yang sama sedang siang hari (menerima energi matahari) dan belahan bumi lain sedang pada malam hari (energi matahari tidak memancarkan lagi).

Ruang
Ruang adalah tempat atau wadah komponen-komponen lingkungan hidup. Oleh karena itu dimana terdapat komponen lingkungan hidup, berarti disitu terdapat ruang atau wadah. Ruang atau wadah yang berada di sekitar komponen lingkungan hidup mempunyai interaksi yang kuat yang merupakan satu kesatuan, antara komponen lingkungan hidup dan ruang atau wadahnya. Dengan demikian ruang atau wadah tersebut adalah tempat berlangsungnya ekosistem antara komponen lingkungan dan ruang yang ditempati.

Keadaan
Keadaan disebut juga sebagai kondisi ataupun situasi. Keadaan memiliki ragam-ragam yang satu sama lain ada yang membantu kelancaran berlangsungnya proses kehidupan lingkaran, ada yang merangsang mahluk- mahluk untuk melakukan sesuatu, ada pula justru yang mengganggu berprosesnya interaksi lingkungan dengan baik. Misalnya, dalam keadaan gelap, kucing ataupun musang justru lebih mempertajam matanya untuk mencari mangsa atau makanannya. Dalam keadaan berisik, umumnya orang sulit tidur nyenyak. Dalam keadaan miskin masyarakat cenderung merusak tata lingkungan hidupnya. Jadi keadaan juga merupakan unsur penting dari lingkungan hidup.

B. Konsep Ekologi
Pada uraian terdahulu berulangkali dikatakan, bahwa komponen- komponen atau unsur-unsur lingkungan hidup itu terikat dalam hubungan timbal balik yang saling pengaruh mempengaruhi (interaksi). Hubungan tersebut bersifat tetap dan teratur, yang membentuk suatu sistem.
Secara etimologi, ekologi berasal dari suku kata bahasa Yunani, yaitu oikos yang artinya rumah tangga dan logos yang artinya ilmu. Sehingga dapat dinyatakan secara etimologi, ekologi merupakan suatu ilmu tentang mahluk hidup di dalam rumah tangganya. Bandingkan dengan ekonomi yang juga berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos yang artinya rumah tangga dan nomos yang artinya sendiri, sehingga secara harafiah adalah bagaimana mengatur rumah tangga sendiri.
 
Ekologi dan ekonomi mempunyai banyak persamaan. Hanya saja dalam ekologi mata uang yang dipakai dalam transaksi bukanlah uang rupiah atau dolar, melainkan materi, energi dan informasi. Arus materi, energi dan informasi dalam suatu komunitas atau antara beberapa komunitas mendapat perhatian utama dalam ekologi. Oleh karena itu ekologi dapat juga dikatakan ekonomi alam, yang melakukan transaksi dalam bentuk materi, energi dan informasi.

Istilah ekologi telah dipakai sejak tahun 1869 oleh Ernest Haeckel seorang ahli biologi Jerman untuk menamakan suatu cabang biologi, yaitu ilmu yang mempelajari mahluk hidup dalam kesatuannya dengan tempat hidupnya. Otto Soemarwoto mendefinisikan, ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal balik mahluk hidup dengan lingkungan hidupnya. Oleh karena itu permasalahan lingkungan hidup pada hakekatnya adalah permasalahan ekologi.

Di atas telah dikatakan bahwa permasalahan lingkungan hidup pada hakekatnya ialah permasalah ekologi. Hal ini mengandung arti yang demikian luas, mencakup permasalahan mahluk hidup dan lingkungan hidup dimana mahluk hidup itu berada. Jadi dalam pernyataan singkat tersebut, tercakup berbagai permasalahan yang berkenaan dengan komponen-komponen lingkungan hidup berupa mahluk hidup seperti manusia, flora dan fauna serta jasad hidup lainnya, dalam hubungannya satu sama lain dan dalam hubungannya dengan ruang yang mereka tempati. Oleh karena itu terdapat bermacam-macam ekologi, seperti ekologi pembangunan, ekologi kependu- dukan, ekologi pangan, ekologi pantai, ekologi air tawar dan sebagainya.

Namun demikian, dari sekian banyak macam ekologi itu, ekologi dapat dibedakan menjadi dua cabang, yaitu autekologi dan synekologi. Autekologi berkecimpung dalam studi organisme atau species cara individual, dan synekologi mempelajari kelompok-kelompok organisme yang tergabung sebagai suatu unit. Apabila kita mempelajari pohon meranti itu hidup, maka pendekatannya dengan synekologi. Pembagian dalam biologi biasanya menurut garis taksonomi, ada ekologi tumbuhan, ekologi insekta, ekologi mikroba, ekologi vertebrata dan sebagainya. Ada pula pembagian lain yang menurut lingkungan, seperti ekologi air tawar, ekologi laut, ekologi daratan dan sub-subnya dari lingkungan tersebut.

C. Konsep Ekosistem
Ekosistem berkaitan erat satu sama lain. Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan tumbal balik mahluk hidup dengan lingkungannya. Hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan lingkungannya itulah yang dimaksud dengan ekosistem. Karena hubungan timbal balik tersebut bersifat tetap teratur dan merupakan satu kesatuan yang salng pengaruh mempenga-
 
ruhi. Oleh karena itu, dikatakan bahwa ekosistem merupakan konsep sentral atau inti dari pada ekologi.
Apabila terjadi perubahan dalam interaksi antar komponen tersebut, umpamanya karena adanya gangguan dari komponen lain, tetapi gangguan tersebut hanya menimbulkan suatu perubahan sementara (tidak menghan- curkan) dan perubahan yang timbul tersebut dapat ditanggulangi sehingga keseimbangan dalam pola interaksi tersebut dapat pulih kembali, maka hal demikian disebut suksesi.
Interaksi antar komponen ekonsistem tersebut sebagai berikut :
a. Interaksi simbiosa, yaitu interaksi yang terjadi antar komponen, dimana kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan. Salah satu atau keduanya memperoleh keuntungan. Interaksi simbiosa ini terdiri dari dua bentuk :
(1). Simbiosa mutualisme, yaitu kedua komponen atau organisme saling mendapat keuntungan. Pertumbuhan dan survivalnya diuntungkan karenanya, dalam keadaan wajar organisme tidak dapat lestari apabila terpisah dari partnernya, Plankton-plankton, mahluk tumbuhan atau hewan yang hidup melayang-layang di dalam air banyak merupakan mutualisme. Tumbuhan Leguminossa, yaitu yang berbuah polongan juga menjalankan simbiosa semacam dengan bakteri zat lemas yang mengumpul di akar. Bakteri mendapat karbohidrat dan bahan lain, sebaliknya bakteri mengikat gas nitrogen dari udara, dan diberikan kepada induk semangnya.
(2). Simbiosa komensalisme, yaitu hanya satu pihak saja yang diuntungkan, sedang yang lain tidak mendapat dan tidak menderita apa-apa. Termasuk disini tumbuhan Epifit yang hidup pada tumbuhan lain, seperti anggrek, lumut pohon dan juga hewan-hewan yang hidup dipepohonan seperti katak pohon dan sebagainya. Tumbuhan atau hewan tersebut tidak mengisap makanan dari partnernya hanya numpang tempat tinggal.

b. Simbiosa antagonisme (interaksi antagonistik), dalam bentuk ini terdapat sifat antibiosa, ekploitasi dan kompetisi.
(1). Antibiosia, yaitu komponen atau organisme mengeluarkan bermacam- macam bahan dari hasil metabolismenya. Karbondioksida atau asam organik hasil metabolisme, yang memenuhi suatu lingkungan, sering menghambat mahluk lain untuk melangsungkan hidup. Adakalanya ada bahan produksi khusus yang sangat antagonistik terhadap spesies lain. Cendawan seringkali mengeluarkan bahan-bahan semacam itu seperti penisilin, streptomycin, auromicyn, ialah bahan antibiotik yang dapat membunuh bakter-bakteri tertentu.
(2). Ekploitasi, dilakukan oleh organisme predator dan parasit. Predator merampok mahluk lain untuk dikonsumsi. Termasuk golongan ini ialah pemakan mahluk, seperti sapi, harimau, dan manusia. Parasit relatif kecil dibanding mahluk lain yang dieksploitasi, hidupnya yang mengambil bahan makanan dari induk semangnya. Memang kadang-kadang tidak terlihat batas yang tegas antara parasitisme dan komensialisme. Contoh parasit misalnya; benalu yang menempel pada bahan pohon, tali putri yang hinggap pada dedaunan, cacing hidup pada mahluk lain.
(3). Kompetisi atau persaingan ada dua macam, yaitu tipe persaingan yang langsung bertindak terhadap organisme lain dan tipe lain yang didorong untuk memenuhi kebutuhan sumber daya hidup, lebih-lebih apabila persediaan sumber daya kurang. Misalnya persaingan untuk memperoleh cahaya, air dan bahan makanan. Apabila kedua belah pihak sama sekali tidak saling pengaruhi, maka mereka tidak menjalankan interaksi, mereka mengikuti netralisme.

Hal inilah yang menyebabkan terkadang kala orang merusak atau mencemar- kan lingkungan secara tidak sadar. Keawaman terhadap aspek ekologis, membuat orang tidak mampu menyadari tindakannya yang menimbulkan pemcemaran atau perusakan lingkungan.

D. Permasalahan Lingkungan
Dalam suatu lingkungan hidup yang baik, terjalin suatu interaksi yang harmonis dan seimbang antara komponen-komponen lingkungan hidup. Stabilitas keseimbangan dan keserasian interaksi antar komponen lingkungan tersebut tergantung pada usaha manusia. Karena manusia adalah komponen lingkungan hidup yang paling dominan dalam mempengaruhi lingkungan. Sebaliknya lingkunganpun mempengaruhi manusia sehingga terdapat hubun- gan yang saling pengaruh mempengaruhi antara manusia dan lingkungan hidupnya. Hal demikian, merupakan interaksi antara manusia dan lingkungan.
Keserasian dan keseimbangan tersebut diatur dan berjalan menurut proses ekosistem sebagaimana diuraikan terdahulu. Apabila fungsi dalam mata rantai ekosistem tersebut terganggu atau gangguan itu melampaui kemampuan ekosistem untuk memulihkan diri secara alami, maka akan terjadilah masalah lingkungan hidup.

Keserasian dan keseimbangan lingkungan, pada hakekatnya berpro- ses melalui interaksi yang didasarkan pada hukum-hukum keseimbangan dan keteraturan yang bersifat alami. Keseimbangan itu dapat digambarkan berikut ini secara siklus : yaitu berupa pohon dan burung serta dengan mata rantai dengan komponen linnya. Burung-burung mendasarkan hidupnya dengan makanan yang terdiri dari ulat-ulat yang terdapat dipohon. Ulat-ulatan ini hidupnya dari dedaunan pohon. Burung membuang kotorannya dan jatuh ke tanah dekat pohon, yang selanjutnya berubah menjadi bahan organis di dalam tanah untuk kemudian dikonsumsi cacing-cacing tanah. Cacing-cacing tanah berfungsi untuk menggemburkan tanah di sekitar pohon dan pohonpun
 
tumbuh dengan subur. Demikianlah seterusnya terjadi siklus keseimbangan antara pohon-burung-ulat-ulatan dan cacing. Bilamana salah satu mata rantai siklus mengalami gangguan, maka komponen-komponen yang lainnyapun akan mengalami gangguan pula. Katakanlah misalnya manusia memainkan interaksi-interaksinya dengan aktivitas yang berlebihan (over activity) dengan cara memburu burung-burung tersebut hingga menurunkan tingkat populasi, maka tingkat populasi ulat- ulatanpun akan bertambah. Naiknya populasi ulat menghabiskan daun-daun pohon dengan segera, karena jumlah populasi ulat tidak lagi terkontrol oleh tingkat populasi burung. Pohon pun pada akhirnya akan mati. Matinya pohon berarti mengganggu keseimbangan tata air (hidrologis). Pohon dapat menyim- pan air, di samping fungsinya untuk memperkokoh stabilitas tanah (mencegah tanah krisis), serta memelihara keseimbangan oksigen (O2) dan karbon- dioksida (CO2).

Sejauhmana peran manusia dan potensinya untuk mengubah lingkungan hidupnya, digambarkan oleh Rachel Carson sebagai berikut: sejarah kehidupan di bumi merupakan sejarah interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungannya. Sedemikian jauh, bentuk fisik dan kebiasaan tumbuh- tumbuhan dan kehidupan hewannya telah dibentuk oleh lingkungannya.

Otto Soemarwoto menyatakan, bahwa masalah lingkungan sudah ada sejak pertama kali bumi ini tercipta. Kitab suci agama Islam, Kristen dan Yahudi mencatat banyak masalah lingkungan yang dihadapi oleh manusia. Air bah yang dihadapi oleh Nabi Nuh dan berbagai kesulitan yang dihadapi oleh Nabi Musa pada waktu pengembaraannya dari Mesir ke Kanaan merupakan contoh masalah lingkungan. Ambruknya kerajaan Mesopotamia disebabkan oleh pengairan. Runtuhnya Pompei disebabkan letusan gunung berapi yang dasyat dalam tahun 79. Eropa dalam abad ke 14 dilanda oleh wabah pes yang menewaskan beribu-ribu orang. Dalam abad ke-19 London dan banyak kota industri telah mengalami masalah asbut (asap kabut) yang disebabkan oleh pembakaran batu bara untuk pemanasan rumah dan proses Industri. Demikian halnya dengan wabah pademi covit-19 telah menewaskan berjuta orang di dunia.

Uraian Penutup
Unsur-unsur lingkungan hidup yang meliputi materi, daya, keadaan, perilaku, ruang, dan proses interaksi, satu dengan lainnya saling pengaruh- mempengaruhi. Keseluruhan unsur-unsur tersebut, tidaklah merupakan unsur- unsur terlepas satu sama lain, akan tetapi memiliki pola hubungan tertentu. Permasalahan lingkungan terjadi karena terganggunya salah satu unsur/ komponen lingkungan, hingga menyebabkan timpangnya lingkungan dan ekosistemnya.

0 Komentar

STRATEGI.MY.ID - Membangun Personal Branding Dengan Digital Marketing Yang Maksimal

Produk & Jasa anda akan dikemas dengan narasi yang populer, yang mudah dipahami, serta mudah diterima pasar, sehingga produk dan layanan unggul. Personal Branding Produk & Jasa Anda akan Naik Signifikan.